Thursday, December 15, 2016

Tanggung Jawab Manusia Kepada Tuhan dari Pandangan Hidup

Tanggung Jawab Sebagai Makhluk Ciptaan Tuhan Dilihat Dari Perfektif Pandangan Hidup

*    Pengertian Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah segala sesuatu yang harus dilakukan atau diselesaikan karena telah berkewajiban melakukannya. Apabila tidak melaksanakan tanggung jawab tersebut akan tidak baik dan apabila melakukan tanggung jawab tersebut akan mendapat kebajikan.
Tanggung jawab dapat pula diartikan dengan sikap yang senantiasa menyelesaikan tugas dengan penuh kesadaran.
Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. sehingga bertanggung jawab adalah berkewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, dan memberikan jawab serta menanggung akibatnya.

*    Pengertian Pandangan Hidup
Pandangan Hidup adalah suatu hal yang dapat di jadikan sebagai pedoman hidup. Setiap orang memiliki pandangan hidup yang berbeda beda, ada yang berpandangan secara kritis dan lainnya. Pandagan Hidup seseorang adalah mereka pribadi yang merasakan.

*    Tanggung Jawab Sebagai Makhluk Ciptaan Tuhan Dilihat Dari Perfektif Pandangan Hidup.
Setiap ciptaan Tuhan memiliki tanggung jawab di dunia maupun di akhirat. Manusia bertanggung jawab atas apa yang telah ia perbuat selama di dunia. Dan apapun yang ia lakukan akan di  pertnggung jawabkan di akhirat nanti. Tanggung jawab manusia dilihat dari pandangan hidup adalah bagaimana cara ia berpedoman untuk hidup sesuai dengan apa yang di syari’atkan oleh Tuhan. Cara manusia melakukan sesuai akan selalu menjadi bekal untuk di akhirat nanti.
Sebagai ciptaan Tuhan kita wajib melaksanakan apa yang telah ia perintahkan untuk melakukan kewajiban kita sebagai umat yang beragama. Dan apa yang telah kita kerjakan akan di pertanggung jawabkan.
Dan sebagai makhluk ciptaan Tuhan kita wajib bersyukur atas apa yang telah Tuhan berikan kepada kita semua berupa nikmat yang tiada henti. Walau terkadang manusia lupa akan apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Maka kita wajib menjalankan segala perintahnya untuk menunjukkan rasa syukur yang telah kita rasakan.


Sekian dari penulis, apabila masih banyak kekurangan mohon maaf. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembacanya.

Wednesday, December 7, 2016

Manusia dan Pengabdian

Tugas Ilmu Budaya Dasar





Nama : Rimadhini Berliana
NPM : 16216427

Kelas : 1EA28




Manusia dan Pengabdian
*      Pengertian Manusia
            Manusia adalah ciptaan Allah SWT yang di ciptakan dari tanah. Allah menciptakan manusia ada dua jenis yaitu laki laki dan perempuan. Allah menciptakan manusia dengan akal dan pikiran. Setia manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Maka dari itu kita sebagai manusia harus merasa bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita semua.
          Allah SWT menciptakan manusia dalam keadaan yang suci. Dan setiap manusia memiliki sifat yang berbeda. Manusia memiliki akal dan pikiran yang baik sehingga manusia dapat membedakan sifat yang baik dan mana pula sifat yang buruk.

*      Pengertian Pengabdian
Pengabdian adalah bagaimana cara seseorang menjalani hidupnya dengan cara melaksanakan kewajiban – kewajiban yang sudah ia tetapkan untuk dilaksanakan.
Terdapat 2 sisi dalam pengabdian :
- Pengabdian dalam arti umum
Sejenis perasaan rela melakukan sesuatu karena di dasari sesuatu hal pula atau dapat dikatakan yaitu membaktikan diri, yang otomatis pada biasanya dia akan relevan dengan pendiriannya.
- Pengabdian dalam arti cinta

            Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia, pengabdian berarti hal mengabdian atau mengabdikan. Seseorang warga negara yang mengabdi kepada negaranya berpedoman hidup : “Berjuang bagi negara tanpa mengharapkan imbalan apa – apa.”
Jadi, pengabdian di dasari cinta artinya rela dan siap melakukan dan memberikan apapun untuk mempertahankan cinta tanpa ada perasaan terpaksa, yang berarti relevan akan cinta dan tetap memegang teguh kesetiaan.
            Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu hakekatnya adalah rasa tanggung jawab, apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencukupi kebutuhan, hal itu berarti mengabdi kepada keluarga. Lain halnya jika kita membantu teman dalam kesulitan, mungkin sampai berhari – hari itu bukan pengabdian, tetapi hanya bantuan saja.

            Dalam mengabdi, kita harus melaksanakan kewajiban – kewajiban yang sudah ditetapkan. Mengabdi adalah suatu penyerasahan diri kepada “suatu” yang di anggap lebih, biasanya dilakukan dengan ikhlas, bahkan seringpula diikuti dengan pengorbanan. Dimana pengorbanan berarti suatu pemberian untuk menyatakan kebaktian, yang dapat berupa materi, jiwa raga.
            Kadang pula terdapat pengabdian yang disalah artikan oleh seseorang yang diabdikan, yaitu sebagai perbudakan. Mereka merasa senang dengan pengabdian yang dilakukan oleh seseorang yang mengabdi, sehingga membuat dia menjadi lupa daratan dan memperlakukan orang yang mengabdi tersebut sebagai perbudakan. Pada kenyataannya pengabdian tersebut bukanlah perbudakan, sebab perbudakan selalu disertai dengan paksaan dan kekuatan yang akhirnya menimbulkan pemberontakan. Tidak ada perbudakan yang menghasilkan kebahagiaan kareana akan berakhir pada kehancuran.

*      Contoh Kasus Manusia dan Pengabdian
            Mengingat tidak mudahnya kemerdekaan yang diperoleh oleh bangsa Indonesia, sudah selayaknya kita sebagai warga negara Indonesia bersatu menjalin persatuan dan kesatuan untuk membangun bangsa dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat. Salah satu upaya warga negara Indonesia dalam mengisi kemerdekaan adalah upaya pembelaan terhadap negara meskipun tidak harus dengan kekuatan senjata dan fisik. Hak dan kewajiban warga negara dalam upaya bela negara diatur lebih lanjut dalam undang-undang. Seperti diatur dalamUndang-Undang No.3 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara, Pasal 9 Ayat (1) menerangkan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya bela negara yang diwujudkan dalam penyelenggaraan pertahanan negara. Hal ini lebih dipertegas lagi dengan Pasal 9 Ayat (2) yang menerangkan bahwa keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara, sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1), diselenggarakan melalui:
1.         Pendidikan Kewarganegaraan
Pendidikan kewarganegaraan merupakan kemampuan warga negara dalam usaha meningkatkan hubungan antara warga negara dan negara. Pendidikan kewarganegaraan dapat memupuk jiwa patriotik, rasa cinta kepada tanah air, semangat kebangsaan, kesetiakawanan sosial, kesadaran akan sejarah perjuangan bangsa Indonesia, dan sikap menghargai jasa para pahlawan. Melalui pendidikan kewarganegaraan, setiap warga negara harus mampu memahami, menganalisis, dan menjawab masalah-masalah yang dihadapi oleh masyarakat, bangsa, dan negara secara berkesinambung an dan konsisten dengan cita-cita dan sejarah nasional. Seperti yang digariskan dalam pembukaan UUD 1945. Pendidikan kewarganegaraan diberikan disemua jenjang pendidikan dari SD sampai dengan Perguruan Tinggi.
2.         Pelatihan Dasar Kemiliteran Secara Wajib
Pelatihan dasar kemiliteran ini diberikan dalam bentuk latihan sikap kepribadian, seperti militer. Hal ini bertujuan untuk membentuk sikap dan jiwa patriotisme. Salah satu contohnya adalah Resimen Mahasiswa (Menwa). Dalam organisasi kemahasiswaan, seperti Menwa menerapkan dasar-dasar kemiliteran. Pelatihan yang dilakukan oleh Menwa merupakan salah satu upaya bela negara. Selain Menwa, ada organisasi lain yang dapat diikuti oleh siswa SMP yang dapat menerapkan pelatihan dasar kemiliteran, seperti Pramuka, Patroli Keamanan Sekolah (PKS), Palang Merah Remaja (PMR), dan Pasukan Pengibar Bendera (Paskibra).
3.         Pengabdian sebagai Prajurit Tentara Nasional Indonesia
Dalam UUD 1945 pasal 30 Ayat (2) dinyatakan “Usaha pertahanan dan keamanan negara dilaksanakan melalui sistem pertahanan dan keamanan yang dilakukan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan kepolisian negara Republik Indonesia sebagai kekuatan pendukung.” Pasal tersebut mengisyaratkan bahwa menjadi prajurit TNI merupakan pelaksana an dan kekuatan utama dalam usaha pertahanan dan keamanan. Setiap warga negara berhak untuk mengabdi sebagai prajurit TNI melalui syarat-syarat tertentu.
4.         Pengabdian Sesuai dengan Profesi
Upaya dalam bela negara tidak hanya dilakukan melalui cara atau profesi militer saja, tetapi banyak pengabdian dan usaha bela negara sesuai dengan profesi misalnya, sebagai pelajar usaha yang dapat dilakukan adalah mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan prestasi dibidang akademik maupun nonakademik. Tidak sedikit para siswa Indonesia yang berprestasi ditingkat internasional, seperti mengikuti Olimpiade Fisika. Prestasi lainnya dapat dijadikan contoh dalam upaya bela negara, seperti ilmuwan yang menemukan teknologi komunikasi, dokter yang membantu pengobatan bagi prajurit TNI yang sakit, dan banyak lagi profesi lainnya yang dapat mendukung dalam upaya bela negara.
Upaya bela negara adalah sikap dan perilaku warga negara yang dijiwai oleh kecintaannya kepada NKRI, berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 dalam menjamin kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara. Upaya bela negara, selain kewajiban dasar manusia, juga merupakan kehormatan bagi setiap warga negara yang harus dilaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
Keterlibatan warga negara dalam upaya pertahanan negara merupakan hak dan kewajiban setiap warga negara Republik Indonesia. Contoh pelaksanaan yang dapat dilakukan dalam upaya bela negara di antaranya melalui Rakyat Terlatih (Ratih) yang terdiri atas berbagai unsur berikut.
1.         Perlawanan Rakyat (Wanra) berfungsi membantu TNI dalam keadaan darurat perang dan terlibat langsung di medan perang. 
2.         Keamanan Rakyat (Kamra) adalah kelompok rakyat yang berada di bawah binaan Polri yang bertugas membantu tugas-tugas polisi dalam menjaga keamanan.
3.         Pertahanan Sipil (Hansip) berfungsi menjaga keamanan masyarakat dalam lingkungan-lingkungan di daerah. 
Gagasan ini bukanlah dimaksudkan sebagai upaya militerisasi masyarakat, melainkan sebagai upaya sosialisasi "konsep bela negara." Tugas pertahanan keamanan negara bukanlah semata-mata tanggung jawab TNI, melainkan hak dan kewajiban seluruh warga negara Republik Indonesia. Salah satu usaha pembelaan terhadap negara yang dapat dilakukan adalah mengamalkan sila-sila Pancasila secara serasi dalam satu kesatuan yang utuh. Usaha dan sikap yang dapat ditunjukkan dalam usaha pem belaan terhadap negara adalah menumbuh-kembangkansemangat dan sikap rela berkorban membangun bangsa. Kita sebagai pelaku pembangunan sangat diharapkan memiliki semangat dan sikap rela berkorban membangun bangsa. Semangat dan sikap rela berkorban ter sebut dapat ditampilkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan tugas dan kemampuan kita masing-masing. Sikap yang dapat ditunjukkan tersebut, di antaranya sebagai berikut. 
1.         Menumbuhkan semangat dan sikap hidup lebih baik dan lebih maju. Sikap tersebut dapat diwujudkan dengan cara giat belajar dan giat bekerja, optimis terhadap masa depan, tidak boros dan tidak bergaya hidup mewah, serta menumbuhkan semangat gemar menabung.
2.         Memiliki semangat dan sikap ingin berperan serta dalam usaha-usaha pembangunan. Sikap tersebut dapat diwujudkan dengan cara taat membayar pajak, taat hukum, ikut serta dalam menjaga keamanan, serta menjaga kehormatan dan martabat bangsa di hadapan dunia internasional.
3.         Menumbuhkembangkan semangat dan sikap rela berkorban dalam masa pembangunan. Sikap tersebut dapat diwujudkan dengan cara sehat jasmani dan rohani, tahan derita dan tahan uji, selalu tegar menghadapi masalah, cekatan dalam bertindak, berpendirian teguh, siap menanggung risiko, bertanggung jawab, serta berani membela kebenaran dan keadilan.
4.         Memiliki semangat dan sikap untuk mengembangkan inovasi (pembaruan) dalam berbagai hal. Sikap tersebut dapat diwujudkan dengan cara terbuka terhadap perubahan, menerima dengan selektif budaya asing, menolak tegas kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia, mengubah pola hidup dan tingkah laku yang tidak sesuai dengan sendi-sendi kehidupan yang baik, serta selalu bangga sebagai bangsa dan warga negara Indonesia. 



Daftar Pustaka

Wednesday, November 23, 2016

Paragraf Deduktif dan Paragraf Induktif

Paragraf Deduktif dan Paragfar Induktif
Pargraf Deduktif
Paragraf Deduktif adalah suatu paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf. Paragraf ini di awali dengan pertanyaan yang bersifat umum dan kemudia di lengkapi dengan penjelasan penjelsan khusus berupa contoh contoh, riancian khusus, bukti bukti, dan lain lain. Karena paragraf deduktif dikembangkan dari suatu pernyataan umum, maka pola klimatnya adalah dari umum ke khusus.
Contoh kalimat deduktif :
Banjir sering terjadi di beberapa daerah di Ibu Kota. Banjir di sebabkan oleh beberapa fator, salah satunya adalah banyaknya sampah yang berserakan yang dapat menyumbat saluran pembuangan air.

Paragraf Induktif
Paragfar Induktif adalah paragfar yang diawali dengan kalimat yang berisi penjelasan penjelasan kemudian di akhiri dengan kalimat utama.
Jenis Paragraf Induktif:
1.    Paragraf Induktif Generalisasi
2.   Paragraf Induktif Analogi
3.   Paragraf Induktif Hubungan Kausal
Contoh Kalimat Induktif :
Banyak para pengusa yang entah bagaimana awalnya, mengelompokan diri untuk menggabungkan beberapa saham. Selanjutnya, saham tersebut di kembangkan untuk membangun suatu mall. Bahkan di mall tersebut banyak kuliner dari berbagai negara. Dari suasana tersebut ternyata banyak orang yang berkunjung dan pada akhirnya mall tersebut terkenal akan kulinernya yang dari berbagai negara tersebut.


Daftar Pustaka

Tuesday, November 1, 2016

Ilmu Budaya Dasar "Manusia dan Penderitaan"

Tugas Ilmu Budaya Dasar




Nama : Rimadhini Berliana
NPM : 16216427
Kelas : 1EA28








MANUSIA DAN PENDERITAAN
                                                 
  • *      Pengertian Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita yang berarti menahan atau menanggung rasa yang tidak diinginkan. Dalam sebuah penderitaan memiliki arti yang luas, penderitaan dapat terjadi dimana saja, kepada siapa saja dan terhadap apa saja. Penderitaan bisa seperti menderita karena sakit, menderita karena beratnya tuntutan ekonomi, menderitanya kehidupan yang keras atau yang lainnya.

Manusia dan penderitaan memiliki hubungan, karena Allah memberikan cobaan kepada umatnya tidak melampaui kekuatan yang Allah berika kepada manusia tersebut. Penderitaan selalu datang tidak terduka dan bahkan tidak di rencanakan. Tidak manusia seorang pun yang ingin merasakan penderitaan. Oleh karena itu kita sebagai manusia dapat mengantisipasi penderitaan tersebut dengan berbagai cara tergantung penderitaan apa yang akan kita rasakan.

  • *      Contoh Kasus Manusia dan Penderitaan


Contoh kasus yang saya ambil mengenai penderitaan rakyat bawah yang ada di Indonesia. Banyak warga negara Indonesia yang menderita karena tidak dapat memenuhi segala kebutuhannya. Sebagian besar pemerintah hanya memikirkan dirinya masing masing tanpa memikirkan rakyatnya yang memerlukan uluran tangan dari para pemerintah yang memiliki kehidupan yang layak. Banyak tempat mereka bersinggah yang di gusur oleh pemerintah untuk keperluan pribadi. Dan banyak pula lapangan pekerjaan mereka yang di gusur oleh pemerintah. Banyak rakyat menengah kebawah yang tidak dapat merasakan nikmatnya hidup karena mereka harus mengemis belas kasihan dari para orang besar yang tidak bertanggung jawab. Yang tidak memberika fasilitas yang memadai untuk rakyat kecil. Hanya kepada pemerintahlah mereka berharap agar diberikan keadilan atas apa yang mereka janjikan kepada rakyat kecil.

Oleh karena itu pemerintah harus memperhatikan rakyat kecilnya sebelum melakukan tindak sesuatu yang merugikan pihak lain. Pemerintah juga harus bertanggung jawab terhadap rakyatnya. Jangan hanya memikirkan kesengan dan mengambil keuntungan pribadi. Lihatlah wahai pemerintah masih banyak rakyatmu yang menderita karena ulah mu sendiri. Banyak lansia yang harus masih berkerja keras banting tulang untuk bertahan hidup. Banyak pula anak yang di bawah umur yang harus berkerja untuk membiayai sekolahnya. Saya sangat berharap kedepannya pemerintah dapat melakukan tugasnya dengan baik dan bijaksana jangan melakukan kegiatan yang tidak terlalu penting. Tapi lakukanlah kegiatan yang dapat mengharumkan namamu dan mengurangi angka kemiskinan di negara kita.

Sekian dari penulis apabila ada kata yang salah maupun pihak lain yang merasa tulisan saya tidak baik saya mohon maaf. Semoga apa yang saya tulis dan berguna dan dapat menambah wawasan para pembacanya.

Wednesday, October 26, 2016

Ragam Bahasa

Tugas Bahasa Indonesia





Nama : Rimadhini Berliana
NPM : 16216427
Kelas : 1EA28






Description: Hasil gambar untuk logo gunadarma
Ragam Bahasa merupakan variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Ragam bahasa yang oleh penuturnya dianggap sebagai ragam yang baik (mempunyai prestise tinggi), yang biasa digunakan di kalangan terdidik, di dalam karya ilmiah (karangan teknis, perundang-undangan), di dalam suasana resmi, atau di dalam surat menyurat resmi (seperti surat dinas) disebut ragam bahasa baku atau ragam bahasa resmi.
Ø  Ragam bahasa berdasarkan media atau sarana :
            1. Ragam Bahasa Lisan
            Ragam bahasa lisan adalah bahan yang dihasilkan alat ucap (organ of          speech) dengan fonem sebagai unsur dasar. Dalam ragam lisan, kita berurusan dengan tata bahasa, kosakata, dan lafal. Dalam ragam bahasa             lisan ini, pembicara dapat memanfaatkan tinggi rendah suara atau tekanan,             air muka, gerak tangan atau isyarat untuk mengungkapkan ide.
            Contoh bahasa lisan :
·         Ragam bahasa percakapan
·         Ragam bahasa dalam diskusi di kampus
·         Ragam bahasa di pentas seni
            2. Ragam Bahasa Tulis
Description: Hasil gambar untuk logo gunadarma            Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan   tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita         berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa             dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut      adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan        kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan      penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
            Contoh bahasa tulis :
·         Ragam bahasa surat
·         Ragam bahasa undang undang
·         Ragam bahasa catatan

Ø  Ragam Bahasa berdasarkan situasinya
1.      Ragam bahasa remi adalah ragam bahasa yang biasa digunakan dalam suasana resmi atau formal.misalnya surat dinas, pidato dan makalah atau karya tulis.
Contoh :
·         Pidato
·         Surat Dinas
·         Karya Tulis
·         Makalah
·         Skripsi
2.      Ragam bahasa tidak resmi adalah ragam bahasa yang biasa digunakan dalam suasana tidak resmi, misalnya surat pribadi dan surat untuk keluarga atau yang berbentuk lisan.
Contoh :
·         Percakapan antar teman
·         Tulisan pada buku diari
3.      Ragam bahasa konsultasi adalah bahasa yang santai pada saat percakapan.
Contoh :
·         Pada saat berkonsultasi ke dokter
4.      Ragam bahasa akrab ragam ini ditandai dengan penggunaann bahasa yang tidak lengkap, pendek-pendek, dan artikulasi tidak jelas.
Contoh :
·         Saat percakapan dengan teman
Sumber :

Friday, October 14, 2016

Potensi Diri Ilmu Budaya Dasar

Assalamualaikum wr.wb
Nama saya Rimadhini Berliana. Saya lahir pada tanggal 11 Januari 1998. Saya adalah anak ke-2 dari 3 bersaudara. Dulu pada saat saya kecil saya pernah bercita cita ingin menjadi seorang dokter dan pilot. Tapi semenjak saya suka melihat  pesawat pada malam hari saya merubah cita cita saya menjadi seorang pilot, cita cita itu saya sampaikan mungkin pada saat saya masih berumur 5 tahun. Saya pada saat kecil sudah mandiri. Pada saat saya TK orangtua saya hanya sekali mengantar saya ke sekolah dan itupun hanya untuk mendaftarkan saya pada saat masuk TK. Mungkin karna rumah saya dengan tempat saya sekolah jaraknya dekat. Tapi dari sebagian anak anak lain hanya saya saja yang tidak pernah di tungguin sama orang tua. Nama TK tempat saya bersekolah itu adalah TK/RA Al-Fatah di Perumnas 3 Bekasi Timur. Rumah saya juga berdekatan dengan rumah nenek saya. Pada saat di bangku TK saya pernah mengikuti lomba tari tradisional dan saya menang horeee......... Padahal dulu itu saya di kenal sangat tomboy di bangku TK saja teman teman saya lebih banyak cowonya dari pada teman perempuannya.
Dan pada saat saya mulai menginjak ke bangku SD saya satu sekolahan dengan kakak saya. Saya dan kakak bedanya 5 tahun tapi kalau kata mamah kakak itu sifatnya lebih kekanakan dari pada saya. Justru di keluarga ini saya yang lebih di andalkan dalam hal kedewasaannya. Sayang sekali saya sekolah di SDN Duren Jaya 16 hanya sampai kelas 1 padahal disana saya sudah mendapatkan teman yang baik dan kebetulan teman saya itu adalah tetangga saya namanya Davi. Sampai sekarang saya masih gatau nama panjang dia siapa karena pada saat menginjak kelas 2 saya langsung pindah karena kakak saya tidak betah berada di pesantren dan pada akhirnya saya dan keluargapun pindah rumah dekat dengan tempat kakak saya sekolah.
Next pada saat menginjak bangku SMP saya bersekolah di SMPN 21 Bekasi. Sekolah saya dengan rumah saya, kalau kata mamah saya sekolah tidak harus jauh jauh yang penting bisa belajar dengan baik. Pada saat menginjak bangku SMP saya menemukan berbagai macam teman. Dari saat itu saya baru mengenal dunia masa remaja itu tidak seindah yang orang orang katakan. Karena menurut saya semakin dewasa pemikiran kita pun tidak sejernih pada saat kita masih kanak kanak. Pada saat di bangku SMP saya sering sekali melihat korban bullying. Mau bantuin di bilangnya pahlawan kesiangan. Saya suka tidak tega melihat orang yang di rendahkan seperti itu. Karena siapapun orangnya pasti akan merasakan sakit hati kalau ada yang membulinya walaupun itu hanya sekedar bercanda. Dan pada saat di SMP saya juga pernah di khianati oleh teman sekelas saya sendiri. Dan ini adalah hal kecil, dia mengarang berbagai cerita yang tidak masuk akal. Dia bilang ada makhluk halus yang tidak suka dengan saya karena saya mudah memiliki banyak teman. Pada akhirnya teman saya mengaku kalau dia di suruh makhluk itu untuk mengambil sepatu baru saya. Saya kecewa sama teman saya tapi bagaimanapun juga itu adalah teman saya.

Pada saat saya masuk ke bangku SMK saya mulai menseriusi untuk masa depan saya. Saya bersekolah di SMK Global Prima Islamic School. Disana saya mendapat banyak sekali wawasan dan saat ingin berkuliah saya bercita cita untuk menjadi seorang chef tapi Allah berkehendak lain. Lalu orangtua saya menyarankan untuk berkuliah di Universitas Gunadarma saya seperti tempat kakak saya berkuliah. Di Gunadarma saya mengambil jurusan Management.


Sekian dari saya apabila terdapat banyak kesalahan baik penulisan maupun dari gaya bahasanya saya mohon maaf. Semoga pembaca dapat terhibur dengan tulisan yang saya buat.

Ilmu Budaya Dasar "Manusia dan Keindahan"

Tugas Ilmu Budaya Dasar




Nama : Rimadhini Berliana
NPM : 16216427
Kelas : 1EA28






Ilmu Budaya Dasar
Manusia dan Keindahan
                                                                            
Ø Pengertian Manusia
          Manusia adalah ciptaan Allah SWT yang di ciptakan dari tanah. Allah menciptakan manusia ada dua jenis yaitu laki laki dan perempuan. Allah menciptakan manusia dengan akal dan pikiran. Setia manusia memiliki kelebihan dan kekurangan masing masing. Maka dari itu kita sebagai manusia harus merasa bersyukur atas apa yang telah Allah berikan kepada kita semua.
          Allah SWT menciptakan manusia dalam keadaan yang suci. Dan setiap manusia memiliki sifat yang berbeda. Manusia memiliki akal dan pikiran yang baik sehingga manusia dapat membedakan sifat yang baik dan mana pula sifat yang buruk.

Ø Pengertian Keindahan
          Keindahan adalah menarik, enak di pandang, dan setiap keindahan memiliki berbagai arti baik keindahan alam maupun keindahan lainnya. Keindahan memiliki arti yang luas dan dapat di ungkapkan dengan apapun. Seperti contohnya dengan keindahan alam yang Allah ciptakan sesemppurna mungkin.
          Keindahan merupakan sifat dari orang, benda, hewan, objek, tempat atau suatu ungkapan kesenagan. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak di pandang, cantik, bagus, benar, atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah “kecantikan yang ideal” adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.

Ø Hubungan antara Manusia dengan Keindahan
          Manusia dan keindahan tidak dapat dipisahkan sehingga kita perlu melestarikan bentuk dari keindahan yang telah di tuangkan dalam berbagai bentuk kesenian. Hubungan manusia dan keindahan dapat terjadi dimana saja sebagai contoh pada fashion. Manusia sangat berperan dalam keindahan fashion karena manusialah yang menciptakan dan menilai suatu fashion itu menjadi keindahan. Fashion yang enak di pandang dan orang orang pun dapat merasakan keindahannya. Bukan hanya di pusatkan pada fashion keindahan bisa terjadi pada alam. Seperti hal nya keindahan yang ada pada suatu pegunungan. Disana terlihat sangat indah dan menawan, banyak berbagai macam tumbuhan yang tertanam dan menghasilkan suatu pemandangan yang indah dan enak untuk di pandang.
          Yang memiliki hubungan antara manusia dan keindahan dapat pula terjadi pada suatu kesenian yaitu seni tari. Manusia dapat menciptakan tarian yang indah sehingga para penonton yang menyaksikan seni tari tersebut dapat melihat keindahan dari tarian tersebut. Sebagai manusia kita harus dapat melestarikan suatu keindahan baik alam maupun buatan. Karena dengan keindahan tersebut hidup kita akan menjadi lebih berwarna. Keindahan bisa menciptakan ketenangan bagi para orang yang menikmati keindahan tersebut.