Tanggung
Jawab Sebagai Makhluk Ciptaan Tuhan Dilihat Dari Perfektif Pandangan Hidup
Tanggung
jawab adalah segala sesuatu yang harus dilakukan atau diselesaikan karena telah
berkewajiban melakukannya. Apabila tidak melaksanakan tanggung jawab tersebut
akan tidak baik dan apabila melakukan tanggung jawab tersebut akan mendapat
kebajikan.
Tanggung
jawab dapat pula diartikan dengan sikap yang senantiasa menyelesaikan tugas
dengan penuh kesadaran.
Tanggung jawab menurut kamus umum bahasa Indonesia adalah,
keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. sehingga bertanggung jawab adalah berkewajiban
menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, dan memberikan jawab
serta menanggung akibatnya.
Pandangan Hidup adalah suatu hal yang dapat di jadikan
sebagai pedoman hidup. Setiap orang memiliki pandangan hidup yang berbeda beda,
ada yang berpandangan secara kritis dan lainnya. Pandagan Hidup seseorang
adalah mereka pribadi yang merasakan.
Setiap ciptaan Tuhan memiliki tanggung jawab di dunia maupun
di akhirat. Manusia bertanggung jawab atas apa yang telah ia perbuat selama di
dunia. Dan apapun yang ia lakukan akan di pertnggung jawabkan di akhirat nanti. Tanggung
jawab manusia dilihat dari pandangan hidup adalah bagaimana cara ia berpedoman
untuk hidup sesuai dengan apa yang di syari’atkan oleh Tuhan. Cara manusia melakukan
sesuai akan selalu menjadi bekal untuk di akhirat nanti.
Sebagai ciptaan Tuhan kita wajib melaksanakan apa yang telah
ia perintahkan untuk melakukan kewajiban kita sebagai umat yang beragama. Dan apa
yang telah kita kerjakan akan di pertanggung jawabkan.
Dan sebagai makhluk ciptaan Tuhan kita wajib bersyukur atas
apa yang telah Tuhan berikan kepada kita semua berupa nikmat yang tiada henti. Walau
terkadang manusia lupa akan apa yang telah Tuhan berikan kepada kita. Maka kita
wajib menjalankan segala perintahnya untuk menunjukkan rasa syukur yang telah
kita rasakan.
Sekian dari penulis, apabila masih banyak kekurangan mohon maaf.
Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembacanya.
No comments:
Post a Comment